Kebakaran yang terjadi di Jalan Seha, Kebayoran Lama (Jumat 19/8) cukup hebat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 6 sore, tepatnya ketika saya baru saja tiba dirumah. Kebetulan saat itu saya barusaja pulang dari test seleksi yang diadakan di sebuah hotel di kawasan senayan. Setibaanya dirumah saya menyetel televise dan bersiap makan. Tiba-tiba ayah saya berlari ke dalam rumah dan berteriak ‘kebakaran!kebakaran!’ awalnya saya tidak menyadari karena suaranya terdengar samar2. Namun oma, mama, kakak, dan pembantu saya langsung keluar rumah dan melihat sesuatu diluar. Kemudian saya bertanya dan barulah menyadari bahwa ada kebakaran begitu hebat di belakang rumah saya. Jujur saja saya begitu kaget melihat kebakaran besar itu, karena baru kali ini saya melihat kebakaran secara langsung dan kebakarannya sebegitu besar. Api terlihat begitu tinggi hingga terlihat hingga diatas atap rumah bagian belakang rumah saya.
Kemudian saya berteriak, menanyakan bagaimana harus bersikap. Saya bingung dan cukup kalut. Kemudian saya berpikir sejnak dan memutuskan untuk menelepon pemadam karena kakak saya membicarakan tentang pemadam. Saya berusaha menelpon 113 dan sebuah nomor pemadam kebakaran di daerah kebayoran lama yang diberikan oleh Telkom. Namun tidak diangkat. Hingga akhirnya saya mencoba menelpon nomor lainnya yang ada, barulah diangkat dan saya meminta petugas pemadam kebakaran untuk datang sesegera mungkin karena kebakaran sudah semakin besar dan api tak kunjung mati. Kami diriumah berusaha mengeluarkan barang2 berharga dari rumah belakang karena takut jika nanti rumah kami ikut terbakar. Kami semua berdoa, supaya juga hal yang ditakutkan itu tidk terjadi.
Saat kami sedang memindahkan barang, opa saya mengatakan ‘nggak usahlah pindah2 barang. Lu taro di depan juga siapa yang mau jagain? Bisa aja diambil orang, sama aja. Tenang dulu baru berpikir..’ yah kami tetep aja sih masih memindah kan beberapa barang2. Kemudian tidak lama kemudian kami melihat mobil pemadam kebakaran datang, untunglah..kataku dalam hati. Akhirnya sang pahlawan penyelamat datang juga. Namun ternyata mobil kesulitan masuk karena gang sebelah saya itu sangat amat sempit. Dan blambir yang datang dari gang belakang rummah saya juga tidak bisa masuk karena lokasi kebakaran sulit dijangkau. Akhirnya mereka memutuskan untuk menarik selang hingga kedalam untuk menyiram kebakaran. Juga orang2 sekitar yang bekerja dirumah sebelah saya membantu untuk menyiran api tersebut.
Setelah cukup lama berlangsung akhirnya api mulai mengecil karena bantuan para pemadam kebakaran dan pekerja tersebut. Syukurlah setelah kira kira 2 jam, api bisa dipadamkan. Kemudian aku melihat keluar rumah dan melihat keadaan. Para pemadam masih bersiap siaga diluar, berjaga jaga kalau2 nantinya terjadi lagi kebakaran lantaran api belum sepenuhnya padam. Untunglah ternyata api sudah sungguh2 padam. Kami kemudian bercengkeramah sebentar dan kami mengucapkan terimakasih kepada para pemadam tersebut.
Diperkirakan kebakarann yang berjarak 1 rumah dari rumah saya itu terjadi akibat adanya korsleting listrik, orang2 yang lewat sih mengatakan begitu. Tapi jelasnya belum tahu juga. Dan yang terbakar merupakan sebuah kontrakan, yang kebanyakan penghuninya tidak ada di tempat karena sudah pulang kampung. Bahkan ada yang sudah membeli baju2 untuk lebaran, dan semuanya terbakar hangus. Hingga orang itu menangis sedih. Sungguh malang nasib mereka. Apalagi yang mengontrak disana banyak tukang somay. Mau tinggal dimana mereka nanti setelah kembali dari kampungnya? Yang jelas mereka membutuhkan bantuan, dan jika ada teman2 yang memang inginn memberi bantuan pada mereka bisa mengirimkan email kepada saya. Kira bisa membicarakan tentang bantuan tersebut. Semoga kalian para pembaca dapat memperoleh info dari tulisan saya ini. Terimakasih telah membaca! J
No comments:
Post a Comment