Thursday, March 28, 2013

BIOSAFARI with KOPHI organization

hi raders! long time no see-kali ini gue membawa pengalaman seru di post satu ini. enjoy it!


Sabtu yang lalu, tanggal 23 Maret 2013 di sekolah gue diadakan kegiatan biosafari yang diselenhggarakan oleh kakak2 dari organisasi KOPHI (koalisi pemuda hijau indonesia) yang berbarengan dengan kegiatan penerimaan raport mid semester.
acara ini berlangsung setelah mid semester selesai, dan acaranya keren  seru banget!
pertama-tama, kita dikumpulin di aula untuk pengenalan dengan para panitia yang datang dari KOPHI, dan dikenalin dengan organisasi KOPHI itu sendiri. kita dijelasin tentang organisasinya, pemimpin dan foundernya, sampe kegiatan-kegiatan yang dilakukan. ternyata mereka aktif banget dan melakukan espresi cinta terhadap lingkungannya dengan tindakan nyata. jarang lho, anak muda yang mau meluangkan waktu dan terjun langsung untuk melakukan kegiatan cinta lingkungan.

setelah itu, kami diberi coaching clinic tentang biosafari, cara membuatnya, cara kerjanya, dan kenapa biosafari itu penting. dari situ gue nyadar bahwa memang sangat penting adanya biosafari untuk mencegah adanya bannjir atau genangan air, khususnya di jakarta dan disekolah gue yang emang langganan banjir.

gak cuma teori aja yang diajarin, tapi kita juga langsung praktek ngerjain sendiri berkelompok dengan ditemenin satu mentor dari KOPHI untuk membuat biosafari di halaman sekolah gue. mulai dari gali-gali pake alat, panas-panasan di halaman, sampe nyemen bioporinya sendiri.
pertama, kita coba tusuk tanahnya dengan bor biopori. kalau memang tanahnya terasa keras, kita kasih air dulu supaya lebih lunak dan mulai menggal, dan memutar bor biopori searah dengan jarum jam.
kita lakukan hal tersebut berkali-kali (posisi bor harus lurus supaya lubang yang dibuat sesuai dengan standard yang telah dibuat) dan kita laukukan hal tersebut hingga mencapai kedalaman 1 meter. pasti kalian nanya, kenapa harus 1 meter? karena 1 meter merupakan standard dimana diperkirakan penyerapan air di dalam tanah mencapai keefektifan yang maksimal. kan gunanya biopori ini untuk menyerap dan menyimpan air pas hujan biar ga banjir, dan biar bisa menyimpan air sehingga pas kemarau kita ga kekeringan. nah inii lah alasan kenapa harus 1 meter.
kalau namanya tanha, pasti ada batunya yaa teman2, anak ips pasti ngerti ;) nah biasanya pas bor itu kita menemukan beberapa batu yang ada ditanah. kalau nemu batu, jangan lantas langsung pindah dan buat lubang biopori yang baru. tapi usahain dulu untuk kikis batunya. (pengalaman gue pas kemaren, dan berhasil meskipun banyak banget batu di dalem tanah!)
nah setelah mencapai kedalaman 1 meter (ada tandanya di alat bor bioporinya) kita perkuat samping2 lubang bioporinya dengan menggunakan semen :)
jadilah lubang biopori!

buat kalian-kalian yang pengen beli alat bor biopori untuk membuat lubang biopori sendiri, bisa langsung pesen di kampus IPB (Institut Pertanian Bogor) dengan harga yang sangat terjangkau.

meskipun capek banget, tapi menurut gue pengalaman ini seru banget dan berharga. kalo ada kesempatan lagi, pasti gue mau ikut lagi.

gue harap, acara ini bukan cuma diadain sekali aja di sekolah gue, tapi sekolah gue juga bisa terus merawat biopori yang udah dibuat dan membuat biopori-biopori baru yang nantinya semoga akan bisa mencegah banjir di sekolah gue. tentunya gue juga berharap kakak2 dari KOPHI bisa membuat acara seperti ini di sekolah-sekolah lain, atau bahkan di jalan seperti daerah kelapa gading, tomang, dan lain-lain yang memang rawan banjir.
tentunya gerakan cinta lingkungan ini bukan hanya tanggung jawab para anggota organisasi lingkungan seperti kakak2 dari KOPHI, tapi juga kita semua.
mari mencintai lingkungan dan merawatnya, Goodluck guys!

 pas briefing pembagian kelompok

 jalan menuju lapangan untuk membuat lubang biopori bersama kelompok masing2

 penjelasan di lapangan sebelum memulai kegiatan pem-bor an dengan bor biopori


 dijelasin sama kak Hendryanto, gimana caranya biar bisa memperkuat lubang biopori dengan menggunakan semen dan pralon

 foto kelompok gue! yang berhasil menjadi kelompok pertama yang menyelesaikan 3 lubang biopori. 


 pas udah mau pulang, malah dipanggil sama kak Yudith untuk diwawancarai sama tim KOPHI hihi ngeksis dikit ;)