Masa remaja adalah suatu bagian dari proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan masa peralihan dari kanak – kanak ke dewasa muda. Masa ini merupakan masa untuk berjuang melepaskan ketergantungan pada orang dewasa dan berusaha mandiri. Masa ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Pada faktor biologis, yang paling berpengaruh adalah penyakit kronis.
Kualitas hidup dalam keadaan yang sehat yang didefinisikan WHO yaitu tercukupinya keadaan fisik, mental, dan sosial. Menurut American Academy of Pediatrics, kondisi kesehatan kronis yaitu penyakit atau cacat yang diderita dalam waktu lama dan memerlukan perhatian dalam bidang kesehatan dan perawatan khusus dibanding anak normal seusianya. Sayangnya, kini banyak anak yang keadaannya kurang sehat. Misalnya saja para gelandangan dan pengemis. Kesehatan fisiknya tidak terjamin. Tempat tinggalnya pun kumuh.
Penyakit kronis ada berbagai macam, salah satu diantaranya yaitu depresi. Penyakit ini nerhubungan dengan saraf otak, dan dapat terjadi karena terlalu banyak masalah yang membuat darah terkumpul di kepala. Faktor – faktor lain yang dapat menyebabkan depresi yaitu keinginan yang terlalu tinggi, kurang komunikasi, sikap egois, dan tidak memiliki sahabat.
Penyakit kronis mempunyai dampak. Pada penampilan, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki sikap rendah diri, sering absent kegiatan, pemarah, dan gangguan makan. Mereka juga melakukan hal – hal beresiko tinggi, seperti memakai narkotika dan mengalami gangguan seksualitas.
Dalam usaha penyembuhan, remaja penderita penyakit kronis seharusnya bekerjasama dengan tim medis. Pengobatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan terapi motivasi. Hal ini dilakukan dengan memberi motiasi pada si anak agar dia sadar dan percaya bahwa dia bias sembuh. Dan juga organ tubuh yang fungsinya kurang optimal dirangsang agar dapat bekerja dengan optimal. Biasanya, penyembuhan dilakukan dengan melibatkan keluarga si pasien.
Diusahakan juga, penyembuhan si pasien dilakukan dirumah. Karena pasien dan keluarganya pun pasti akan merasa lebih tengang jika pasien dirawat dirumah. Karena menurut Dr Alexi Wright dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston, pasien penderita penyakit kronis akan merasa menderita dan penyakitnya bertambah parah jika ia dirawat di ruang yang terisolasi.
Dengan cara – cara tersebut, seharusnya kualitas hidup remaja yang sudah menurun bias membaik lagi. Dan harusnya mereka dapat keluar dari keterpurukan penyakit kronis dengan tekad yang kuat.